Tari Pagellu atau Tari Pa'gellu adalah tarian khas Tana Toraja. Tari Pagellu mengekspresikan sukacita pacsa perang.

Orang Toraja di Sulawesi Selatan punya tradisi menggelar Tari Pagellu. Kata Zhyta Larasati Pala’langan dalam Nilai-nilai Sosial Tari Pagellu Dalam Kehidupan Mayarakat Toraja, Kecamatan Rindingallo, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, awalnya gerak tarian ini tak beraturan.
Musik pengiringnya pun hanya berupa lesung. Penarinya bisa pria boleh juga wanita. Yang penting mereka bisa menyambut dan menghibur para pahlawan yang telah berhasil mempertahankan tanah tumpah darah mereka di medan laga.
Memang perang sudah lama hilang. Tetapi, Tari Pagellu tetap dimainkan hingga sekarang. Misalnya sewaktu penyambutan para tamu negara, pesta rakyat, hajatan pernikahan, atau acara syukuran (rambu tuka) lainnya. Sesuai aturan adat, tarian ini hanya ditabukan pada upacara kematian (rambu solo).
Kata pagellu atau magellu dalam Tari Pagellu berarti menari dengan gembira. Maka lima, tujuh, sembilan, atau jumlah ganjil selanjutnya dari para penari tarian ini wajib memasang wajah ceria. Tangan, kaki dan tubuh mereka mesti bergerak ritmis penuh pesona.
Dahulu Tari Pagellu (Tari Pa’gellu) bisa dimainkan siapa saja. Tapi sekarang hanya ditarikan oleh gadis-gadis belia yang memakai baju Toraja (bayu bussuk siku), sarung Toraja (dodo oang) lengkap dengan akserorisnya.
Sambil diiringi gendang (gandang toraya), kentongan bambu (katto-katto), terompet (pelle), rebana dan suling, mereka memperagakan 12 gerak dasar tarian ini. Gerak membungkuk (ma’tabe), jongkok dan berlutut sambil mengatupkan tangan di dada menjadi pembuka Tari Pagellu (Tari Pa’gellu).
0 komentar:
Posting Komentar